Tampilkan postingan dengan label Traveling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Traveling. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Mei 2022

Review : Aston Pluit Hotel & Residence Jakarta

    Kali ini saya mau mereview Hotel Aston Pluit Jakarta. Setelah kurang lebih 2 tahun pandemi Covid-19 menyerang seluruh dunia, termasuk Indonesia. Akibatnya berdampak juga pada lumpuhnya sektor pariwisata, terutama tingkat hunian hotel. Tapi dari semua hotel yang pernah saya kunjungi mulai dari hotel melati sampai hotel bintang 5, Aston Pluit ini memberikan pengalaman yang sangat mengecewakan. Saya tidak tahu apakah ini efek dari kurangnya staff karena kami berkunjung pada momen libur Lebaran 2022, atau karena ketidaksiapan hotel dalam masa transisi menuju endemi. Oke kita mulai saja review dan foto-foto yang saya ambil saat menginap kemarin ya..

Front Desk

Rasa kecewa kami dimulai sejak check-in. Kami memesan 2 kamar Superior, dan saat check-in kamar yang tersedia untuk kami baru 1 kamar, Recepsionist hanya mengatakan bahwa kamar ke 2 kami belum ready, masih dirapikan oleh staff Housekeeping. Padahal kami datang sekitar jam 14.30, dan setahu kami standard tamu checkout adalah jam 11.00. Mestinya kamar kami sudah ready kan? Ini sangat aneh sekali. Akhirnya kami mengambil kunci kamar kami yaitu kamar 11709 (Tower 1 Lantai 17), lalu kami pun memasukkan barang dulu ke kamar lalu menemani anak-anak berenang di pool hotel yg ada di lantai 6, satu lantai dengan Calantha Restaurant yg digunakan untuk tempat sarapan tamu. Sampai kami kembali dari pool sekitar jam 16.00, kunci kamar masih belum diberikan dengan alasan kamar masih on progress. Akhirnya kami baru mendapat kunci kamar hampir jam 18.00, itu pun setelah kami datang lagi ke Front Desk




Jumat, 05 Juni 2015

Hobi Unik : Koleksi Amenities Hotel Saat Travelling

      Setiap orang pasti punya hobi masing-masing, ada yang umum tapi juga ada yang unik dan menarik. Saya sendiri punya satu kebiasaan yang cukup unik setiap kali travelling, yaitu mengumpulkan amenities yang disediakan pihak hotel tempat kami stay. Saya sendiri ngga inget kapan pertama kali saya melakukan hobi ini, karena selain itu saya juga suka mengoleksi souvenir baik saat traveling maupun diberikan oleh keluarga atau bos saya yang baru pulang travelling. Balik lagi ke soal amenities hotel, bagi yang belum familiar dengan kata tersebut, amenities adalah fasilitas yang diberikan pihak hotel untuk digunakan oleh tamu yang menginap. Jadi dipake atau ngga, itu sudah termasuk dalam harga yang sudah dibayarkan oleh tamu dan tidak akan dicharge saat kita check-out. Amenities yang disediakan bervariasi, tergantung dari kelas hotel tersebut (hotel melati atau hotel bintang), semakin bagus hotelnya, semakin lengkap amenitiesnya. Di bawah ini saya buat daftar amenities yang disediakan gratis dan bisa digunakan selama kita menginap ataupun untuk dikoleksi juga untuk kenang-kenangan.

Amenities Novotel Hotel
  • Sabun (cair/batang), Shampoo, Conditioner, biasanya disediakan dalam bentuk botol kecil
  • Sikat gigi dan pasta kecil, Tatakan gelas (terbuat dari kertas), Tissue Box/Roll
  • Sanitary Bag, Laundry Bag, Slippers (sandal), Comb (sisir), Shoe Brush, Cotton Swab
  • Ikat Rambut (karet), Sewing Kit (jarum, benang, kancing), Shower Cap (penutup rambut)
  • Amplop dan Kertas Surat, Map, Kartu Pos, Memo/Notes, Goodie Bag
  • Pensil, Pulpen, Kartu Nama, Korek Api
  • Kopi dan Teh, Air Mineral, Pengaduk Kopi/Teh (biasanya berbentuk sendok plastik kecil panjang)

Selasa, 30 September 2014

MyTrip : Panduan Buat Para Traveller



Kali ini saya mau membahas sebuah majalah traveling, yaitu MyTrip. Pertemuan saya pertama kali dengan majalah ini merupakan ketidak sengajaan. Waktu itu saya dan istri sedang menengok ibu mertua yang baru saja dioperasi di sebuah RS di Bandung pada bulan Februari 2011. Saat saya sedang membeli air mineral di supermarket yang ada di sebelah RS, saya melihat majalah ini dan membaca judulnya : “100+ Destinasi Perjalanan Favorit di Asia dan Indonesia” (MyTrip Edisi Pertama). Saya berpikir “Wah, boleh juga nih, siapa tahu ada tempat wisata yang recommend buat keluarga, dan bukunya juga cukup terjangkau”, soalnya saya dan istri hobi traveling. Saya pun membayar dan menyimpan buku ini untuk dibaca di rumah nanti. Setelah kami kembali dari Bandung, saya pun mulai membuka  majalah ini, dan ternyata isinya penuh dengan foto2 berwarna yang bikin ngeces. Penjelasan yang ada juga cukup detail dan jelas, dan saya ngga merasa rugi membeli majalah ini, karena nilainya lebih dari harga majalah itu sendiri. Dibandingkan dengan majalah traveling lainnya, MyTrip saya rasa bisa diterima oleh semua jenis traveller, entah itu backpacker, flashpacker, ataupun sebutan lainnya. Di bawah ini saya buatkan tabel perbandingan MyTrip dengan majalah travel lainnya :