Minggu, 28 Desember 2014

Java Overland Trip 2014 (Day 2) : Pekalongan - Semarang

Pekalongan

        Pagi-pagi Evan dan Agra pergi berenang di kolam renang Hotel Sendang Sari. Sementara yang lain breakfast di restaurant yang terletak di dekat kolam renang. Meski kamar hotel ini seperti hotel kelas melati, tapi mereka punya kolam renang yang cukup bagus untuk anak-anak, dilengkapi dengan seluncuran. Menu breakfast yang tersedia adalah menu buffet. Erin ngga ngelewatin kesempatan buat makan sepuasnya. Sampai-sampai si Jeje bilang "Cici Erin dari tadi makan melulu". He..he.. habis keluarga kami emang suka makan. Apalagi kalo lagi nginep di hotel.
Evan lagi berenang
Erin lagi sarapan
Di pinggir kolam renang

Sabtu, 27 Desember 2014

Java Overland Trip 2014 (Day 1) : Karawang - Pekalongan

Karawang - Indramayu - Cirebon  - Tegal - Pekalongan

        Kali ini adalah perjalanan istri dan anak-anak saya liburan ke Jawa Tengah bareng keluarga kakaknya. Saya sih tadinya mau nyusul pas akhir tahun, tapi berhubung mereka acaranya selalu go show, jadi gak tahu kalo tanggal segitu ada di daerah mana, jadi saya ga ikut. Perjalanan di mulai pukul 9 pagi dari Karawang, dan selama perjalanan cukup lancar. Mereka berhenti di RM Pring Sewu untuk makan siang. Sebetulnya rumah makan ini menu dan rasanya tidak terlalu istimewa, mahalnya doang. Tapi dia punya view yang bagus, karena dekat dengan laut. Mereka pun foto-foto sebentar sehabis makan. Lalu perjalanan dilanjutkan kembali.
View di belakang Pring Sewu
Di dalam Pring Sewu

Selasa, 30 September 2014

MyTrip : Panduan Buat Para Traveller



Kali ini saya mau membahas sebuah majalah traveling, yaitu MyTrip. Pertemuan saya pertama kali dengan majalah ini merupakan ketidak sengajaan. Waktu itu saya dan istri sedang menengok ibu mertua yang baru saja dioperasi di sebuah RS di Bandung pada bulan Februari 2011. Saat saya sedang membeli air mineral di supermarket yang ada di sebelah RS, saya melihat majalah ini dan membaca judulnya : “100+ Destinasi Perjalanan Favorit di Asia dan Indonesia” (MyTrip Edisi Pertama). Saya berpikir “Wah, boleh juga nih, siapa tahu ada tempat wisata yang recommend buat keluarga, dan bukunya juga cukup terjangkau”, soalnya saya dan istri hobi traveling. Saya pun membayar dan menyimpan buku ini untuk dibaca di rumah nanti. Setelah kami kembali dari Bandung, saya pun mulai membuka  majalah ini, dan ternyata isinya penuh dengan foto2 berwarna yang bikin ngeces. Penjelasan yang ada juga cukup detail dan jelas, dan saya ngga merasa rugi membeli majalah ini, karena nilainya lebih dari harga majalah itu sendiri. Dibandingkan dengan majalah traveling lainnya, MyTrip saya rasa bisa diterima oleh semua jenis traveller, entah itu backpacker, flashpacker, ataupun sebutan lainnya. Di bawah ini saya buatkan tabel perbandingan MyTrip dengan majalah travel lainnya :